BeritaHukumNasional

Tanah Musnah Hambat Proyek Tol Semarang- Demak

Demak – Kabar Nasional. Proyek Tol Semarang-Demak sepanjang 27 km mengalami kendala.

Salah satunya adalah kondisi tanah musnah yang terjadi pada trase tol.

Saat ini progres untuk Tol Semarang-Demak masih menunggu payung hukum untuk pembebasan tanah dengan kondisi tanah musnah yang terjadi pada pembangunan seksi 1.

Saat ini daratan yang menjadi trase Tol Semarang-Demak tertutup oleh air laut sehingga seperti fenomena yang terjadi pada Atlantis.

Akibat ‘fenomena Atlantis’ ini, proses perhitungan dan pembebasan lahan menjadi kendala.

Sebab lahan itu sebelumnya dimiliki oleh sejumlah pihak namun kini sudah terendam air laut dan disebut tanah musnah.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian menjelaskan, saat ini progres untuk tol Semarang-Demak masih menunggu payung hukum untuk pembebasan tanah dengan kondisi tanah musnah yang terjadi pada pembangunan seksi 1.

Sedangkan untuk seksi 2 pembangunannya sudah hampir rampung dengan progres 91,7%.

”Seksi 1 kita sedang menunggu yang menghambat kepastian tanah musnah ini, memastikan kerangka hukumnya supaya prosesnya di situ juga nggak bermasalah,” kata Hedy dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI dikutip Kamis (15/9/2022).

Selain itu dalam prosesnya untuk kelanjutan pembangunan seksi 1 juga masih menunggu proses penandatanganan loan agreement.

Hedy menargetkan, payung hukum untuk penyelesaian persoalan lokasi tanah musnah dan loan agreement dari China selesai bulan depan. Sehingga proses konstruksi pada seksi 1 dapat dilanjutkan.

Ada dua seksi pembangunan tol Semarang-Demak, yakni seksi 1 Semarang-Sayung mendatang dan seksi 2 Sayung-Demak. Adapun seksi 2 ditargetkan kelar pada November 2022 sedangkan seksi 1 pada 2024 mendatang.

Tol Semarang-Demak ini juga merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ingin dipercepat oleh pemerintah.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga sudah menyampaikan arahan terkait percepatan pembangunan tol ini.

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian ATR/BPN bersama Kemenko Perekonomian akan segera menyelesaikan upaya percepatan penyelesaian tanah musnah baik regulasi maupun teknis pelaksanaannya,” kata Airlangga dalam keterangan dikutip Kamis, 15 September 2022.

Adapun tol ini juga nantinya akan terintegrasi dengan tanggul sehingga bermanfaat untuk mengurangi dampak banjir rob yang sering terjadi di Semarang.

Related Posts