Berita

Lulusan SMP Sukses Bikin Ladang Hidroponik di Semarang, Sehari Panen 100 Kg

Semarang – Petani bernama Muhammad Azis (38) sukses mengembangkan ladang hidroponik di tengah-tengah perkampungan Kota Semarang. Azis yang hanya lulusan SMP ini bahkan bisa panen hingga 100 kilogram sayur dalam sehari.

Ditemui di ladang keduanya di Tlogomulyo, Kudan, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Aziz tengah memanen selada dari ladang hidroponiknya. Lokasinya bukan di dataran tinggi, tapi di tengah kampung yang hanya sekitar 6 km dari pesisir pantai.

Aziz merupakan bagian dari Kelompok Tani Seikat yang awalnya hanya kumpulan orang-orang yang hobi bercocok tanam. Ia mengaku hanya lulusan SMP, makanya dia berupaya mempelajari apa yang dia senangi hingga akhirnya ladangnya berkembang.

“Awalnya di kebun rumah kakak saya. Kalau yang ini rumah saya. Kebun kedua ini 12×30 meter. Ke depan insyaallah kebun ketiga, tanah yayasan panti asuhan,” kata Aziz di ladangnya, Kamis (19/1/2023).

Berbagai sayur mayur pernah ditanam di sana, namun Aziz menjelaskan saat ini sedang fokus menanam selada karena permintaannya yang tinggi.

“Yang ditanam biasanya selada hijau, baby kailan, pakcoy, angkung, bayam. Tapi ini fokus selada. Permintaan masih banyak,” jelasnya.

Dengan ilmu dan pengalaman selama tiga tahun, Aziz dan rekan-rekannya bisa mengatur perputaran tanam sehingga bisa panen setiap hari. Dalam sehari setidaknya ia bisa panen 50 kg-100 kg selada yang peminatnya sudah banyak.

“Setiap hari panen 50 kg sampai 100 kg selada, pelanggannya ada dari penjual kebab, toko ritel, perorangan juga ada. Harga per kilogramnya Rp 20 ribu. Kami juga menerima pesanan partai besar,” jelas ayah dari dua anak itu.

Ia juga punya cita-cita warga di sekitarnya bisa ikut menanam hidroponik minimal untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Beberapa cara yaitu memberikan pelatihan ke PKK setempat dan juga mempekerjakan warga sekitar. Saat ini ada tujuh warga yang ikut membantu Aziz.

“Jadi sudah ada tujuh orang di Seikat ini. Tugasnya beda-beda, ada yang cari nutrisi untuk tanaman sendiri, pemasaran dan perawatan itu saya sendiri. Terus ada yang pembersihan dan pemanenan,” ujar Aziz.

“Harapannya bisa memajukan kampung. Kemudian mengajari anak-anak remaja dan ibu-ibu PKK. Ini juga bentuk edukasi. Kemarin mau melatih anak-anak panti asuhan juga untuk memenuhi kebutuhan sendiri,” imbuhnya.

Pencapaiannya hari ini bukan tanpa rintangan, dia sudah beberapa kali melakukan percobaan dan gagal. Mulai dari hidroponik menggunakan pipa paralon, kemudian mencari cara agar sirkulasi air untuk tanaman tetap dingin, bahkan mencari cara alami menghalau hama.

“Dulu percobaan-percobaan itu setahun ya. Saya ini cuma lulusan SMP, dulu kerja di proyek gipsum. Kalau buat saya sih jangan cepat puas dengan hasil sekarang, harus punya imajinasi,” tutur Aziz.

Salah satu pekerja yaitu, Supardi (48). Dia merupakan mantan petugas keamanan yang terkena gelombang PHK saat pandemi COVID-19. Kemudian dia diajak bergabung untuk mengurus ladang hidroponik. Ia bersedia karena berharap bisa dapat pemasukan uang dan pengalaman.

“Saya itu sebelumnya sekuriti, kena perampingan. Terus ini teman kayak gini (bertani hidroponik) ya saya ikut. Ini benar-benar baru buat saya, semoga ini bisa menambah income dan juga pengalaman,” ujar Supardi.

#Polrestabes Semarang, #Polres Rembang, #Polres Demak, #Polres Pati, #Polres Banjarnegara, #Polres Semarang, #Polres Batang, #Polres Pangandaran, #Polres Mempawah, #Pemkab Banjarnegara, #Kabupaten Banjarnegara, #Banjarnegara, #Polda Jateng, #Polda Kalbar, #Polda Jabar, #Hendri Yulianto, #Budi Adhy Buono, #Irwan Anwar, #Dandy Ario Yustiawan, #Kapolres Sintang, #AKBP Tommy Ferdian

Related Posts