Berita

Limbah Batu Bara Masih Hantui Desa Bakung Mijen Kabupaten Demak

DEMAK – Sudah bertahun-tahun Desa Bakung, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak menjadi satu diantara tempat pembuangan limbah batu bara.

Ketua RT 02 RW 03 Desa Bakung Kecamatan Mijen Kabupaten Demak, Kasrani menyampaikan sekiranya 5 tahun masalah limbah batu bara belum bisa terselesaikan.

Limbah batu bara itu diproduksi oleh satu diantara pabrik yang ada RT 01 RW 03 Desa Bakung Kecamatan Mijen Kabupaten Demak.

“Masalah limbah ini ada 5 tahun ada kurang lebih, Kalau pengelolaan limbah tidak ada,” kata Kasrani kepada Tribunjateng, Selasa (22/11/2022).

Permasalahan limbah di Desa Bakung cukup susah diselesaikan lantaran, masih banyak warga terpaksa harus menggunakan limbah batu bara sebagai tanah penutup karena diberikan secara cuma – cuma.

Dia menjelaskan dengan harga tanah cukup mahal menjadi satu diantara alasan warga mau menerima limbah tersebut.

“Jadi istilahnya ada yang mau ataupun tidak misalnya tanahnya tidak berfungsi sekali atau dikatakan belumbang atau empang yang enggak dipakai itu biasanya mau dihuruk semacam limbah itu kadang orang orang mau,” ujarnya.

Menurutnya sebenarnya warga Desa Bakung banyak sudah paham atas dampak menggunakan limbah batu bara sebagai landasan bangunan yang akan beresiko pada sumber air dan tanah menjadi tidak bisa tanami tumbuhan.

Meskipun lanjutnya, ada sebagian warga yang masih menolak limbah batu bara.

“Sebenarnya warga rata rata tahu bahwa limbah itu kotor mesti segala merusak segalanya ditanamin tidak bisa dan airnya kalau kebawah diambil manusia untuk minum kurang baik, menimbulkan penyakit jadi bagi yang tahu tidak mau dikasih limbah, tapi bagi yang tidak tahu pasti mau karena membutuhkan ,” jelasnya.

Imbas limbah tersebut kata Kasrani, untuk saat ini belum dirasakan akan tetapi ketakutan atas imbas jangka waktu panjangnya.

“Sebenarnya imbas saat ini hanya ditanami banyak yg mati kurus ketika menggunakan limbah batu bara sebagai tanah hurukan,” ucapnya.

Dengan permasalahan limbah yang ada di desanya, ia berharap semua warga bisa satu suara untuk melarang limbah batu bara masuk di Desa Bakung.

“Kalau memang warga semua setuju bahwa limbah itu bawa merugikan kalau bisa jangan. Warga setuju bersatu dilarang untuk bakung dikasih limbah,” tuturnya.

 

Related Posts