BeritaNasionalPeristiwa

KNKT Tinjau Standar Jalan Tol Imbas Kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang

Pemalang – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan meninjau standar pelayanan di jalan tol. Itu dilakukan menyusul terjadinya kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah, pada Minggu (18/9), yang diduga disebabkan asap pembakaran lahan.

”Beberapa temuan memang karena asap, tetapi akan kita review Standar Operation Procedure (SOP) bagaimana tindakan pencegahan jika terjadi hal demikian,” kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono seperti dilansir dari Antara, Rabu (21/9).

Soerjanto menyampaikan, KNKT akan meninjau ulang mekanisme operasional di Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), termasuk melakukan evaluasi terhadap efektivitas penggunaan CCTV. KNKT juga tengah mengevaluasi bagaimana cara kerja operator CCTV dalam operasional jalan tol.

”Petugas pemantau CCTV di jalan tol berpotensi lebih cepat lelah atau jenuh karena aktivitasnya yang pasif,” tutur Soerjanto.

Namun demikian, KNKT menilai petugas pemantau CCTV memiliki peran besar dalam operasional jalan tol.

”Orang disuruh lihat CCTV terus kan juga bosan. Ini nanti kita akan review dan bagaimana efektivitasnya oleh tol maupun PJR,” ujar Soerjanto.

Lebih lanjut Soerjanto menyampaikan dalam kejadian kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang tersebut apabila operator jalan tol sudah bisa memberikan tanda bagi pengemudi berdasar pemantauan CCTV, kemungkinan kecelakaan bisa dihindari.

Untuk itu KNKT akan mengevaluasi SOP pemantauan CCTV terhadap seberapa cepat tindakan dalam memitigasi bahaya atau potensi kecelakaan. Soerjanto mengaku saat ini, KNT sudah mendapatkan beberapa SOP terkait penerapan CCTV di jalan tol dan akan dipelajari.

Dia menambahkan, dalam waktu dekat KNKT akan memberikan rekomendasi mengenai kecelakaan tersebut.

”SOP apakah sudah mencukupi. Kalau belum ya kita tingkatkan standarnya, terutama dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan dari operator seperti apa,” ucap Soerjanto.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian menyampaikan, terus berupaya meningkatkan penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bisa berjalan dengan lebih baik. SPM jalan tol meliputi pelayanan kondisi jalan, kecepatan tempuh rata-rata, aksesibilitas, mobilitas, keselamatan, unit pertolongan dan bantuan serta lingkungan.

Related Posts