Berita

Jembatan di Salatiga Roboh, Ratusan Warga Terdampak Kesulitan Air Bersih

SALATIGA – Jembatan penghubung antar kampung di Kota Salatiga roboh pada Selasa (8/11/2022). Ratusan orang penduduk setempat terdampak adanya peristiwa ini.

Jembatan ini menghubungkan kampung Gendongan Kecamatan Tingkir dengan Ngaglik Kelurahan Ledok Kecamatan Argomulyo.

Selain akses jalan terputus, warga terdampak karena aliran pipa PDAM Kota Salatiga rusak.

Warga Gendongan, Rohmat Riyono mengatakan jembatan tersebut roboh diperkirakan sekitar dini hari.

“Jembatan tersebut memang sudah tua. Sudah retak-retak di beberapa bagian, bahkan di bagian bawah juga sudah ‘growong’ atau berlubang,” kata Rohmat, Rabu (9/11/2022).

Sebelum roboh, jembatan tersebut sudah ditutup karena sudah membahayakan jika dilewati.

“Ternyata sehari setelah ditutup, malah roboh, sehingga terputus, harus muter kalau mau antar sekolah ke TK dan yang biasa menggunakan jalan lewat jembatan ini, cari jalan lain,” jelasnya.

Rohmat mengungkapkan, selain akses jalan terganggu, warga juga menjadi kesulitan air bersih.

“Robohnya jembatan diikuti rusaknya pipa PDAM karena tertimpa material dan pohon bambu yang ada di sekitar jembatan tersebut, tadi sempat ngangsu, ratusan warga yang aliran airnya menjadi macet,” ujarnya.

Kabag Hubungan Pelanggan PDAM Kota Salatiga, Surya Adji Pamungkas menjelaskan pipa yang rusak akibat jembatan roboh tersebut pihaknya akan melakukan dropping air.

“Hari ini tadi di dropping tiga tangki, satu tangki 4.000 liter dan petugas berupaya secepat mungkin memperbaiki saluran pipa karena itu untuk pelayanan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Adji.

Sementara itu, Pj Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi mengaku jembatan yang putus ini merupakan akses anak-anak sekolah, dan warga yang melakukan aktivitas sehari-hari, sehingga penanganan harus segera dilakukan.

“Ada langkah yang harus segera dilakukan yakni sudah on the spot sudah dilakukan oleh BPBD, lingkungan hidup, teman dari kecamatan, kelurahan, kepolisian, TNI yang sudah membantu untuk secara kolektif kita bersihkan dulu,” kata Sinoeng.

“Kemudian nanti kita akan buat jembatan darurat tetapi saya mewanti-wanti betul agar dalam pembersihan ini faktor keselamatan harus diperhatikan, relawan harus diutamakan keselamatannya,”imbuhnya.

Sedangkan terhadap anak-anak sekolah yang menggunakan akses tersebut, dan warga yang beraktivitas, sementara diminta bersabar dan melalui jalan memutar terlebih dahulu, meskipun jarak tempuh lebih jauh.

“Tahun 2023 awal, saya ingin mendorong upaya penanganan ini kita lakukan lewat kontijensi plan, supaya segera ditangani, kalau sudah bencana, kita harus respon cepat tidak terlalu lama untuk penanganannya,” paparnya.

 

Related Posts