Magelang – Andriyani (50), ibu tiga anak yang dilaporkan hilang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Diduga meninggalnya korban karena dibunuh suami barunya.
Untuk suami baru Andriyani berinisial S (44), telah diamankan di Polresta Magelang. Diduga korban dihabisi pelaku, kemudian mayatnya ditemukan di kolam atau blumbang yang dipakai meredam usuk bambu.

Lokasi penemuan mayat ini, tepatnya di Dusun Karanganyar, Desa Krasak, Kecamatan Salaman, sebelum menuju rumah terduga pelaku. Adapun di lokasi ini dipasang police line.

“(suami) Mengakui tadi malam. Diduga dibunuh tanggal 15 Desember 2023, setelah diantar. Laporan kehilangan tanggal 18 Desember,” kata Kapolsek Kajoran AKP Kamidi saat dihubungi wartawan, Jumat (5/1/2024).

“Laporan awal orang hilang, itu menjadi dasar untuk melakukan penyelidikan,” lanjut Kamidi.

Ditemui terpisah, Kapolsek Salaman AKP Sukarjo mengatakan, diduga pelaku suaminya yang baru menikah tanggal 30 November 2023 lalu.

“(pelaku) Suami, resmi. Jadi 30 November, baru menikah. Tanggal 15 Desember pergi dan tanggal 5 Januari ketemu (meninggal),” tegasnya.

Bu Andriyani sebelumnya dilaporkan hilang sejak 16 Desember 2023. Saat ditemukan, terdapat bekas jeratan di lehernya.

Evakuasi Mayat Harus Sedot Air Kolam
AKP Kamidi mengungkapkan, mereka harus menyedot air kolam untuk mengevakuasi jenazah Bu Andriyani.

“Tadi harus menyedot (air kolam) pakai genset. Pemeriksaan di TKP dipimpin Pak Kapolresta dan Pak Kasat Reskrim (Kompol Rifeld),” kata Kamidi.

Sementara Kapolresta Magelang Kombes Mustofa menuturkan, mereka segera menindaklanjuti begitu ada laporan orang hilang pada 15 Desember 2023.

“Dari laporan tersebut, ditindaklanjuti personel Reskrim Polsek Kajoran maupun Reskrim Polresta Magelang. Hasil tindak lanjut tersebut, menemukan petunjuk tentang adanya indikasi penemuan mayat tadi pagi,” kata Mustofa.

Mustofa mengungkapkan, penemuan mayat korban berdasar petunjuk yang diperoleh dari hasil olah TKP di rumah korban.

“Tentang penyebab kematian, tentang kapan waktunya, kita masih menunggu autopsi yang dilaksanakan (di RSUD Muntilan),” ujar Mustofa.

“Tadi di TKP kita lihat korban ditemukan dalam air, sedikit ditimbun tanah, tengkurap, ada jeratan di lehernya. Tapi belum tahu tentang penyebab kematiannya,” sambungnya.

Awal Hilangnya Bu Andriyani
Diberitakan detikJateng sebelumnya, seorang ibu tiga anak yang merupakan warga Desa Kwaderan, Kecamatan Kajoran, Magelang, dilaporkan hilang pada medio Desember 2023.

Saat itu anak kedua korban, Betty Lestari (27) mengatakan ibunya memiliki suami baru. Terkadang ibunya tinggal di rumahnya, terkadang tinggal di rumah suami barunya.

“Mama sama suami sekarang baru menikah tanggal 30 November kemarin. (Mama) Kadang-kadang tinggal di rumah suaminya, kadang-kadang tinggal di rumah. Ini kebetulan suami lagi di rumah karena mau mengambil rapor anaknya,” ujar Betty saat dihubungi, Selasa (19/12/2023).

Dia menceritakan, Pada Jumat (15/12) ibunya hendak pergi ke rumah suami barunya. Dia diantarkan oleh anak ketiganya bersama salah satu temannya menggunakan sepeda motor.

Hanya saja, saat itu ibunya hanya diantar sampai balai desa setempat. Sebab jalan menuju rumah suaminya jelek dan susah dilalui sepeda motor.

“Terus diantar, boncengan bertiga jalan susah (kemudian) minta diturunin di balai desa. Pernah juga minta diantar di situ, terus ke sana sendiri sehingga adik saya nggak punya pikiran ke mana-mana, terus pulang,” ujarnya.

Menurut Betty, mulai saat itu keluarganya mulai hilang kontak dengan ibunya. Padahal selama ini ibunya cukup rajin mengirim pesan WhatsApp kepada adiknya. Sejak Sabtu (16/12) nomor ibunya sudah tidak aktif.

Pada Senin (18/12), adik Betty mencoba singgah ke rumah ayah tirinya itu. Namun di sana dia tidak menemukan keberadaan ibunya.

“Senin pagi, adik mau berangkat PKL, mampir ke rumah suami mama sekalian menengok, sekalian mau pamit. Sampai di rumah bertanya dan dijawab, ‘mama kamu nggak pernah ke sini, tanggal 15 nggak ke sini’ Setelah itu, adik langsung telepon saya,” kata Betty yang saat ini tinggal di Tangerang Selatan dan belum pernah bertemu dengan ayah barunya itu.

Betty lantas menghubungi beberapa kerabat lainnya. Semua juga mengatakan juga tidak mengetahui keberadaan Andriyani.

“Sudah (menanyakan) dari keluarga terdekat, luar kota, dalam kota sampai yang luar pulau dihubungi semuanya nggak ada kontak. Bahkan rata-rata nggak tahu kalau mama sudah menikah lagi,” jelas dia.

Betty lalu meminta adiknya untuk melapor ke polisi lantaran ibunya sudah hilang lebih dari 24 jam.

 

Polda Jateng, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi, Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Agus Suryonugroho, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Satake Bayu, Jawa Tengah, Jateng