BeritaEkbis

Cegah Konflik, Tugu IKSPI di Ngarum Sragen Dibongkar

Avatar photo
×

Cegah Konflik, Tugu IKSPI di Ngarum Sragen Dibongkar

Share this article

SRAGEN – Sebuah tugu milik Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti di Kabupaten Sragen dirobohkan, Rabu (26/2/2025).

Tugu yang berada di Dukuh Tanjung Rejo, Desa Ngarum, Kecamatan Ngrampal, Sragen itu dirobohkan menggunakan alat berat.

Perobohan tugu satu-satunya di Ngarum tersebut diinisiasi IKPSI Kera Sakti Ngarum Sragen dengan tujuan untuk menciptakan kenyamanan dan ketentraman masyarakat setempat.

“Ini sebenarnya dari inisiatif kita sendiri supaya tercipta Sragen kondusif tidak ada permasalahan apapun,” kata Ketua Sub Ranting Ngarum, Sadimin IKSPI Kera Sakti Ngarum, Sadimin.

Ia mengatakan sebelum perobohan ini, telah dilakukan rapat.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Polsek Ngrampal dan disetujui.

Baca Juga Tasyakuran Agustina-Iswar Siapkan 12.000 Porsi Makanan Khas
Dengan perobohan ini pihaknya berharap agar semua perguruan damai, tidak ada bentrok.

“Kami bertujuan agar menjadi kenyamanan masyarakat. Supaya jadi aman. Masyarakat tenang biar tidak ada bentrok lagi,” imbuh dia.

Ia mengatakan jika tugu tersebut dibuat namun menimbulkan permasalahan, pihaknya siap merobohkan lahir batin.

“Tidak mementingkan perguruan, tapi kenyamanan masyarakat. Perobohan tugu tersebut juga untuk mengantisipasi munculnya konflik antarperguruan,” tutupnya.

Sementara itu, Kapolsek Ngrampal, AKP Hasto Broto mengatakan selaku aparat, pihaknya mengapresiasi dengan perubahan ini.

“Disini (Peloksepur-Ngarum) jalur sangat ramai, jadi sering kali terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti penyiraman cat.”

“Mungkin perusakan perusakan tugu yang ada di wilayah Ngrampal, terutama yang ada di tanjungreko,” kata dia.

Pihaknya berharap kegiatan ini agar ini bisa ditiru oleh perguruan lainnya.

Supaya tidak menimbulkan konflik-konflik yang timbul saat ini.

Ia mengatakan banyak konflik antar perguruan silat di luar Kecamatan Ngrampal yang semestinya tidak terjadi, seperti penyiraman cat, perusakan tugu, yang menjadi pemicu timbulnya konflik komunal antarperguruan silat.

“Karena salah satu tidak terima, akhirnya balas dendam, ini dengan kejadian ini, perobohan ini memotivasi perguruan lainnya agar melaksanakan hal serupa. Dan itu sangat mengurangi adanya konflik komunal,” harap dia.

Ia mengatakan kejadian konflik antar perguruan silat di Kabupaten Ngrampal sangat sering terjadi.

Walaupun pihak kepolisian telah melaksanakan pengamanan, hampir saat ada kegiatan.

“Kita selalu menerjunkan personel yang melakukan pengamanan di dekat tugu. Tapi, yang namanya orang banyak kita tidak bisa menghalau,” kata dia.

 

Polda Jateng, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, Kombes Pol Artanto, Jawa Tengah, Jateng, Kombes Pol Ari Wibowo, AKBP Ike Yulianto Wicaksono, Artanto, Ribut Hari Wibowo