Berita

Begini Kronologi Belasan Siswa SMPN 9 Salatiga Kesurupan

SALATIGA — SMP Negeri atau SMPN 9 Salatiga tengah menyita perhatian publik Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng). Hal ini menyusul peristiwa kesurupan massal yang menimpa belasan siswa SMPN 9 Salatiga pada Senin (14/10/2022). Berikut kronologi dugaan kesurupan yang menimpa belasan siswa SMPN 9 Salatiga.

Kepala SMPN 9 Salatiga, Yati Kurniawati, mengatakan kejadian kesurupan massal yang menimpa belasan siswa itu terjadi pasca-upacara bendera. Saat upacara, Yati mengaku ada satu siswa yang pingsan, kemudian dibawa ke ruang unit kesehatan sekolah (UKS).

“Selain itu waktu upacara juga ada anak yang tiba-tiba teriak-teriak, sehingga dibawa ke UKS juga,” terang Yati saat dihubungi Solopos.com, Senin (14/11/2022).

Kemudian selesai upacara, kata Yati, kegiatan belajar mengajar (KBM) berjalan dengan normal. “Namun sekitar 30 menit menit setelah KBM, sekitar pukul 08.35 WIB, ada satu anak yang teriak-teriak di dalam kelas dan tiba-tiba lari keluar. Diikuti satu anak dari kelas lain,” ungkapnya.

Sekitar pukul 10.00 WIB, lanjut Yati, semakin bertambah jumlah anak yang diduga terkena kesurupan. Pihak sekolah pun akhirnya mengajak seluruh siswa untuk berdoa sesuai kepercayaan atau keyakinan masing-masing.

“Diadakan doa bersama di kelas masing-masing dipandu lewat speaker oleh salah salah satu guru muslim. Siswa Nasrani berdoa bersama di Laboratorium. Setelah doa, bertambah jumlah anak yang kena,” terangnya.

Mengetahui ada kesurupan, salah satu orang tua siswa ada yang datang membantu. Diikuti dengan warga Kalitaman, Kapolsek Sidorejo, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.

“Sekitar 20 anak yang kesurupan dimasukkan ke kelas 8H untuk mendapatkan penanganan,” jelasnya.

Selanjutnya untuk mengantisipasi semakin banyak siswa yang kesurupan pihak sekolah menghentikan jam pelajaran dan memulangkan siswa yang sehat pada pukul 11.00 WIB.

“Siswa yang kesurupan dipulangkan pukul 12.00 WIB setelah semuanya sudah sadar. Mereka dijemput orang tua masing-masing,” ujarnya.

Atas kejadian ini Yati menyebut ada kemungkinan Selasa (15/11/2022), meliburkan siswa. Para siswa diminta untuk belajar dari rumah.

“Siswa akan KBM [kegiatan belajar mengajar] daring dari rumah. Di sekolah akan diadakan doa bersama,” jelasnya.

Related Posts