Berita

Banjir Masih Rendam 50 KK Warga di Kalisari Demak, Warga Butuh Bantuan

Demak – Banjir masih merendam sejumlah rumah warga Dukuh Dempel, RT 01 RW 02, Desa Kalisari, Sayung, Kabupaten Demak, sejak malam tahun baru 2023 hingga kini.

Banjir di Demak terjadi sejak Sabtu (31/12/2022). Banjir di sejumlah desa sudah surut, namun masih ada desa yang terendam hingga kini.

Pantauan di Dukuh Dempel sekitar pukul 16.30 WIB, Senin (16/1), banjir merendam jalan kampung depan SDN Kalisari 3 sepanjang 200 meter dengan ketinggian 10-30 cm. Jalan masuk kampung RT 1 juga terendam banjir sekitar 10-25 cm.

Jalan kampung itu ditambal menggunakan eceng gondok. Ketinggian air di jalan itu sejajar dengan permukaan sungai dan sawah di sekelilingnya.

Untuk diketahui, kampung itu dikelilingi sawah bengkok desa yang terendam banjir selama tiga tahun. Air juga masih menggenang di halaman rumah warga yang lebih rendah dari permukaan jalan.

“Yang terendam itu masih ada 50 KK, tapi kondisinya nggak kayak kemarin. Airnya berangsur surut,” kata Ketua RW 2, M Agus Mulkan, Senin (16/1/2023).

Mulkan menyebut banjir di lokasi tersebut sulit surut lantaran air tidak bisa mengalir ke muara.

“Air nggak bisa keluar, itu ada proyek pembangunan Kali (Sungai) Sayung. Ketinggian air yang di permukiman sama air yang di Sungai Besar itu imbang, jadi nggak bisa keluar. Kalau pintu (air) kita buka malah air sungai meluap ke kampung,” ujar Mulkan.

“Kemarin air agak surut sedikit di sungai besar itu, saya buka pintu itu sudah keluar (air dari permukiman). Tapi malamnya hujan lagi, sama saja,” imbuhnya.

Mulkan menjelaskan, dari 50 KK yang terdampak banjir, di antaranya terdiri dari 5 warga difabel, 10 lansia, dan sejumlah janda. Mereka membutuhkan bantuan logistik. Dapur umum yang didirikan sejak awal banjir hanya bertahan sepekan lantaran kekurangan pasokan.

“Makanya setiap hari (saya) keliling, gimana dia cara makannya, gimana dia caranya keluar rumah, bisa masak apa tidak,” kata Mulkan.

“Kita buka dapur umum hanya seminggu, karena pasokan minim. Bahkan sampai sekarang tidak ada sama sekali. Misalnya 4 karung beras jadi 1.200 bungkus. Lauk seadanya,” sambung dia.

Dari catatan Mulkan, jalan kampung RT 1 yang masih terendam panjangnya sekitar setengah kilometer dengan ketinggian air sekitar 25-50 cm. Walhasil warga harus memutar lewat jalan lain.

Saat masih ada dapur umum, pendistribusian makanan mesti menggunakan getek atau rakit.

“Kalau rumah ada yang 20 cm sampai 25 cm masuk rumah,” terang dia.

Melalui pesan singkat, Kepala Pelaksana BPBD Demak, M Agus Nugroho mengatakan banjir di Kecamatan Sayung dan Bonang akibat rob. Berdasarkan data 13 Januari, ada 3 kecamatan dan 25 desa yang terdampak banjir.

 

#Polrestabes Semarang, #Polres Rembang, #Polres Demak, #Polres Pati, #Polres Banjarnegara, #Polres Semarang, #Polres Batang, #Polres Pangandaran, #Polres Mempawah, #Pemkab Banjarnegara, #Kabupaten Banjarnegara, #Banjarnegara, #Polda Jateng, #Polda Kalbar, #Polda Jabar, #Hendri Yulianto, #Budi Adhy Buono, #Irwan Anwar, #Dandy Ario Yustiawan, #Kapolres Sintang, #AKBP Tommy Ferdian

Related Posts